Berkunjung ke Sangkring Art Space, Yogyakarta

View this post on Instagram

Sibling. Libur tlah tiba #yogyakarta #latepost

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Salam #Cingire, Ora #Ngapak Ora Kepenak

Peta Rel Cikudapateuh – Ciwidey

Melanjutkan pelacakan rel melalui Google Maps seperti pada posting sebelumnya, kali ini saya mencoba melakukan hal yang sama pada rute Cikudapateuh sampai dengan Ciwidey.

Untuk rute ini mulai dari Banjaran sampai dengan Soreang lebih mudah karena terlihat ada rute jalan dengan nama “Rel”, seperti pada gambar berikut.

WhatsApp Image 2018-12-06 at 21.44.17

Untuk petak lainnya pun relatif mudah dilacak melalui Google Maps, kecuali beberapa lokasi selepas Soreang sampai dengan Ciwidey.

Nah, pada gambar di atas, dengan mode Street View kita bisa cek secara visual bekas-bekas rel tersebut.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Peta Rel Cibatu – Garut – Cikajang

Beberapa waktu yang lalu setelah terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil mengungkapkan rencana aktivasi beberapa rute rel non aktif di Jawa Barat. Salah satunya adalah rute Cibatu – Garut – Cikajang.

Dengan menggunakan Google Maps, saya mencoba melacak rute rel berdasarkan analisa terhadap map yang bisa diperkirakan sebagai bekas jalur rel.

Bekas jalur rel ini akan terlihat khas dengan lengkungan-lengkungannya.

Bekas jalur rel ini sebagian besar telah berubah menjadi gang ataupun jalan kecil yang dapat dilalui oleh dua jalur kendaraan roda dua, atau satu jalur kendaraan roda empat.

Kemudian selain melalui Google Maps sendiri, saya juga menganalisa beberapa video di Youtube mengenai topik terkait.

Perkiraan bekas rute juga dibantu dengan mode satellite view pada Google Maps, dan di beberapa titik yang sudah tersedia Street View bila ditemukan bekas persilangan atau adanya papan pemberitahuan tanah milik PT KAI yang tampak akan dapat menguatkan dugaan adanya bekas rute rel tersebut.

Peta dibuat menggunakan aplikasi Google My Maps, [https://www.google.com/mymaps] dengan membuat garis dan mengedit pada suatu layer map.

Sketsa/Gambar Pada Saat di Kuningan, Jawa Barat (Gambar Lebih Detail)

Depan rumah Bapa Haji Nurbai, Karangtawang, Kuningan

Garasi rumah Ceuceu di Alam Asri, Kasturi, Kuningan

Baiklah agar lebih jelas sketsa/gambar yang dibuat pada saat libur Lebaran di Kuningan saya scan supaya lebih jelas terlihat detailnya, setelah sebelumnya sedikit disempurnakan dan diberi teks narasi singkat serta diberi tanggal dan tandatangan.

Yup, hanya dua karya yang bisa saya buat dan saya pikir bisa ditampilkan. Mudah-mudahan bisa membuat sketsa dan menggambar lagi di sela-sela waktu yang tersedia :-)

Kegiatan Idulfitri 1439 H: Membuat Sketsa, Menggambar

Beberapa hari sebelum mudik, saya mendapat ide untuk melakukan kegiatan membuat sketsa/menggambar di sela-sela menikmati hari-hari liburan Idulfitri di Kuningan.

Pada hari kedua Lebaran, saya laksanakan rencana tersebut. Sketsa pertama mengambil gambar lorong ke arah jalan raya di depan rumah kediaman Bapa Haji Uba, mertua saya. Lorong ini diapit oleh dua buah rumah yaitu rumah kediaman Uwa Haji Endil, pada foto di atas ada di sebelah kiri, dan rumah kediaman A Dodo, di sebelah kanan.

Kemudian di hari yang sama kami berangkat ke Tenjo Laut, suatu tempat wisata alam di kawasan lereng gunung Ciremai. Saya membawa serta alat gambar dan membuat sketsa juga di lokasi tersebut. Namun sayangnya saya kurang puas dengan hasilnya jadi terpaksa tidak saya publikasikan.

Di hari yang sama pula saya mampir ke rumah Ceuceu (panggilan untuk kakak dari istri saya, atau kakak ipar) di Alam Asri, Kasturi, Kuningan. Di sini saya membuat sketsa garasi yang berisi dua unit mobil seperti di foto di atas.

Setelah membuat sketsa-sketsa tersebut, saya mengajak pula anak-anak, keponakan, dan seorang cucu untuk ikut membuat sketsa. Alhamdulillah mereka antusias untuk membuat sketsa/menggambar. Mudah-mudahan aktivitas bersama anak-anak ini dapat dilanjutkan di kesempatan yang lain.

IT Leadership Forum 2016 – “Smart Public Services”

Tanggal 20 sampai dengan 22 April 2016 yang lalu, saya mewakili tempat saya bekerja diundang oleh VMware dan iTech Magazine untuk menghadiri acara IT Leadership Forum 2016 (ITLF 2016). Acara ini dilaksanakan di RIMBA Jimbaran Bali, sebuah hotel/resort yang sangat eksotik, di bagian selatan pulau Bali.

Acara ITLF 2016 ini mengambil tema “Smart Public Services” dan membahas mengenai tantangan & trend IT, solusi yang dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk mengatasi tantangan tersebut serta memberikan contoh dari implementasi yang telah berhasil dan “best practice” yang telah ada. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi sarana networking bagi para pelaku IT di Indonesia dan menjadi sebuah forum yang mampu menjadi jembatan dari semua informasi ini.

Acara berlangsung selama 3 hari dengan dibuka oleh Bapak M. Lutfi Handayani, selaku Pemred iTech Magazine, kemudian disusul oleh keynote dari Bapak Toddy Siburian yang memaparkan smart public services, khususnya di dalam lingkup layanan yang diberikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Beberapa point dari materi keynote speech yang disampaikan antara lain:

  • Memahami nilai strategis ICT dalam pengelolaan holding BUMN
  • Mengubah Capex dari ICT di BUMN menjadi Opex
  • Bagaimana ICT menjadi value
  • Indonesia membutuhkan banyak “powerhouse”, dalam hal ini BUMN yang berperan sebagai powerhouse
  • Bagian IT sulit adaptif, bagaimana menjadi adaptif terhadap perubahan (baca: menjadi inovatif)

Pada hari kedua full day session terdiri dari pemaparan dari VMware selaku salah satu sponsor dari acara ini, kemudian sesi round table discussion dengan materi masing-masing dari VMware, Trend Micro, F5 Networks dan Arista.

VMware mempresentasikan mengenai NSX, produk Network Virtualization dari VMware dan penjelasan mengenai beberapa istilah yang saat ini menjadi hype dalam pengelolaan data center seperti Software Defined Network, Software Defined Data Center, dan lain-lain.

Trend Micro, F5, dan Arista masing-masing mempresentasikan dan mendemokan produk-produknya yang terkait dengan VMware, dari sisi security, dan berbagai sisi critical lainnya dalam pengelolaan data center.

*****

Seperti biasa, di akhir acara kami diberi beberapa kenang-kenangan dari sponsor. Namun salah satu yang berkesan bagi saya selaku penghobi menggambar sketsa adalah kenang-kenangan dari F5 Networks berupa buku tulis yang bisa dipakai untuk membuat sketsa. Seperti buku Moleskine yang terkenal itu.

Sebelum-sebelumnya sempat juga membeli buku-buku gambar untuk keperluan membuat sketsa, tapi tidak pernah betul-betul berkesempatan membuat sketsa. Dan buku-buku itu akhirnya diminta oleh anak-anak saya. Ya, ngga apa-apa juga sih, hehe …

Maaf kalo jadi tidak nyambung dengan pembahasan artikel di atas ;-)

Sebagai kenang-kenangan silakan dinikmati sketsa yang saya buat selepas acara, sketsa yang dibuat di seputar hotel. Acara ini diorganize oleh Kudozs. Good job dan terima kasih tim Kudozs!

Berkendara Blusukan Menggunakan Sepeda Motor

Keasyikan dalam menggeluti aktifitas hobi kendaraan roda dua (R2) bisa bermacam-macam bentuknya.

Ada yang menyukai touring atau berkendara jarak jauh, berkelompok maupun solo riding. Menggunakan motor yang dioptimasi untuk touring, dilengkapi boks untuk keperluan menyimpan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan.

Ada pula yang menyukai ngebut di sirkuit balap. Menggunakan motor berfairing membalap di akhir pekan, ikut dalam aktifitas istilahnya “trackday”. Aktifitas lain yang berhubungan dengan di antaranya cornering. Di mana keasyikan didapat dari berkendara mereng-mereng di tikungan.

Dan beberapa keasyikan lainnya seperti berkendara melalui jalur ekstrim ataupun off road menggunakan motor trail atau enduro.

Nah, untuk WN sendiri setelah dipikir-pikir dari aktifitas yang selama ini sudah dilakukan, keasyikan didapat dari berkendara blusukan. Berkendara blusukan dilakukan ke daerah-daerah yang tidak terlalu jauh, namun juga jangan terlalu dekat. Melalui jalan-jalan desa atau perkampungan dan menghindari jalan raya.
Continue reading “Berkendara Blusukan Menggunakan Sepeda Motor”

Bandung Bike Week 2013

2013-09-28 14.37.35

Jumat dan Sabtu minggu yang lalu (27-28/9) di Bandung berkeliaran motor-motor gede. O ternyata ada acara Bandung Bike Week (BBW) 2013. Hari Sabtu WN pun meluncur ke TKP bersama keluarga. Yah bisa lihat motor-motor yang jarang terlihat di jalanan.

Di acara BBW tersebut, WN mendapati motor-motor dari brand-brand Italy: Ducati, Cagiva; Japanese Big Four: Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki; Austria: KTM, dan lain-lain. Motor dari brand-brand yang WN sebutkan tersebut relatif tidak terlalu banyak dibanding motor dari brand klub yang punya hajatan ini. Ya jelaslah :)
Continue reading “Bandung Bike Week 2013”