Garis Waktu Sejarah

Salah satu cara visualisasi khususnya memvisualkan informasi berbasis waktu adalah dengan menggunakan “garis waktu” atau “timeline”. Dikenal juga dengan istilah lainnya yaitu “lini masa”.

Saya termotivasi mengumpulkan informasi kesejarahan, khususnya sejarah Nusantara dan juga sejarah dunia dan kemudian menempatkan masing-masing informasi yang didapat tersebut ke dalam suatu garis waktu.

Beberapa upaya yang telah dilakukan adalah membuat rancangan statik menggunakan Inkscape di sini (versi 1):

#timeline #sejarah #Indonesia #linimasa #gariswaktu

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Dan di sini (versi 2):

Selanjutnya akan saya coba menggunakan tool atau perangkat yang dapat menampilkan informasi kesejarahan ini secara lebih interaktif.

So, stay tune!

Nonton Apa Saja di Youtube?

The YouTube logo is made of a red round-rectangular box with a white
By YouTube – https://www.youtube.com/yt/about/brand-resources/#logos-icons-colors, Public Domain, Link

Seiring dengan meningkatnya layanan koneksi internet yang cukup untuk streaming konten video maka kegiatan sehari-hari jaman now diisi dengan menonton berbagai tayangan video di Youtube.

Hal tersebut sebagaimana perkembangan media sosial juga telah membuka peluang munculnya para pembuat konten video yang dikenal dengan sebutan Youtuber.

Konten yang dibuat ini terdiri dari berbagai bentuk atau ragam, di antaranya berupa vlog atau video blog, kemudian review mulai dari gadget, otomotif sampai kuliner, dan banyak lagi.

Youtube juga dapat menjadi sarana untuk membuka peluang misal bagi mereka yang mempunyai bakat musik untuk mulai membuka diri memamerkan kebolehan bermain musik.

Sudah banyak bermunculan bakat-bakat hebat yang mendulang sukses komersial setelah sebelumnya memulai dari Youtube.

Ada banyak hal, kisah, dan lain sebagainya yang memenuhi jagat Youtube. Ada pula keinginan untuk turut serta sedikit mencebur namun tentu perlu komitmen, kesungguhan dan alatnya tentu saja. Untuk sementara cukup menjadi penonton dulu, lha wong nulis di blog aja seret :)

Namun setidaknya, catatan untuk diri sendiri, jangan hanya mengakses saja, tapi jadikan sebagai pemicu untuk berkarya pada apa yang kita kerjakan sehari-hari di dunia nyata. Serendah-rendahnya sarana untuk sekedar relaksasi dari penatnya pekerjaan.

Baiklah saya ingin sedikit berbagi apa saja yang saya tonton di Youtube. Inilah daftarnya, mulai dari yang dibuat oleh media-media mainstream, sampai dengan yang dibuat oleh para kreator konten/Youtuber:

Nah itu dia sebagian daftarnya. Kalo kamu nonton apa aja?

Artikel ini akan diupdate sedikit-sedikit [2018-05-23]

Ubuntu 18.04 “Bionic Beaver”

Ubuntu 18.04
By Minecraftgamerpc69 [CC BY-SA 4.0 or GPL], from Wikimedia Commons

Ubuntu 18.04 “Bionic Beaver” sudah dalam waktu dekat ini akan di rilis. Rilis ini merupakan rilis LTS (Long Time Support) Ubuntu pertama yang menggunakan Gnome Desktop Environment setelah tidak lagi menggunakan Unity yang dimulai dari rilis sebelumnya yaitu 17.10 Artful Aardvark.

Apa saja yang ada di rilis ini dapat dibaca di:
https://wiki.ubuntu.com/BionicBeaver/ReleaseNotes

Apakah saya akan mengupgrade sistem saya, khususnya desktop yang dipakai produksi? Kemungkinan tidak dalam waktu dekat. Namun mungkin akan coba-coba dulu dan mengikuti update-update berita dan posting blog perihal rilis ini.

Kebutuhan Mencetak Yang Tidak Terlalu Sering

HP deskjet 3650 open
Ilustrasi

Teman-teman yang punya anak usia sekolah, baik sekolah dasar atau menengah, tentu ada kalanya anak Anda harus mencetak tugas sekolahnya menggunakan printer.

Pengalaman saya pernah membeli printer untuk kebutuhan ini tepatnya printer tinta.

Namun ternyata karena frekuensi kebutuhan untuk mencetak ini tidak terlalu sering, maka printer lebih sering menganggur.

Akibatnya apa? Ternyata ujung cartridge menjadi kering dan mampet. Solusinya bagaimana?

Pernah saya bersihkan namun jadi kurang memuaskan hasilnya.

Sebagai catatan printernya sendiri mempunyai mekanisme untuk membersihkan, namun tetap saja karena relatif jarang digunakan tetap saja jadi mampet.

Printer yang sudah dibeli pun akhirnya mangkrak.

Jadi memang sepertinya printer di kelas ini pun tidak dirancang untuk pengunaan yang tidak terlalu sering.

Solusi selanjutnya adalah dengan menyimpannya di akun email sehingga bisa dibuka di tempat printer umum dan dicetak.

Kebetulan pada saat ini banyak tempat printer yang juga sudah menyediakan terminal-terminal desktop PC yang sudah terhubung ke Internet, termasuk juga di dekat tempat tinggal kami.

Namun solusi ini kurang aman. Anda harus membuka akun email di komputer umum. Jadi ada resiko keamanan di sini.

Lantas solusi lainnya bagaimana?

Nah ini dia. Jadi requirement-nya adalah file untuk dicetak ditaruh di internet yang pada saat akan dicetak tidak harus login ke dalam akun email Anda.

Solusinya adalah membuat akun blog tempat menaruh file-file ini. Saya membuatnya di wordpress.com

Kebetulan di platform blog WordPress, kita dapat mengunggah file melalui email.

WordPress akan memberikan alamat email khusus yang harus Anda rahasiakan untuk keperluan ini.

Bagaimana kalau lupa alamat emailnya? Mudah saja, bila Anda mengirim menggunakan layanan email Gmail, maka ke mana saja Anda pernah mengirim email akan dengan mudah dicari.

Atau bisa alamanta juga disave, atau masukan kata kunci terkait blog tempat menaruh file-file ini di body email.

Maka pada saat Anda akan mengirim email untuk keperluan ini akan bisa muncul pada isian TO: pada saat Anda “Compose New Mail”.

Jadi kesimpulannya, printer tidak terpakai, berkas yang akan dicetak ditaruh di internet.

Ada baiknya blog WordPress yang digunakan diset supaya tidak diindex oleh Google.

Itu saya kebutuhan sederhana yang ingin saya bagikan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Bila Anda ada tip trik lainnya silakan disampaikan di kolom komentar.

–WN