Sketsa-sketsa dari Bali dan Sesudahnya

View this post on Instagram

Jalan Riau #Bandung #sketch #sketching #sketsa

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

“Heritage” dan “Cascade” Jalan Riau, Bandung

Sepulang dari ‪#‎Bali‬ menjadi bersemangat untuk membuat life sketch disaat situasi memungkinkan. ‪#‎Sketsa‬ adalah salah satu media yang paling mudah diakses untuk saat ini. Cukup dengan alat tulis yang mudah diperoleh, dan momen atau pemandangan yang menarik, anda dapat segera mencari tempat yang nyaman untuk “nyeket”. ‪#‎sketch‬ ‪#‎sketching‬ ‪#‎lifesketch‬ #latepost

View this post on Instagram

Mau leyeh2 dulu (sendirian, hiks …)

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

IT Leadership Forum 2016 – “Smart Public Services”

Tanggal 20 sampai dengan 22 April 2016 yang lalu, saya mewakili tempat saya bekerja diundang oleh VMware dan iTech Magazine untuk menghadiri acara IT Leadership Forum 2016 (ITLF 2016). Acara ini dilaksanakan di RIMBA Jimbaran Bali, sebuah hotel/resort yang sangat eksotik, di bagian selatan pulau Bali.

Acara ITLF 2016 ini mengambil tema “Smart Public Services” dan membahas mengenai tantangan & trend IT, solusi yang dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk mengatasi tantangan tersebut serta memberikan contoh dari implementasi yang telah berhasil dan “best practice” yang telah ada. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi sarana networking bagi para pelaku IT di Indonesia dan menjadi sebuah forum yang mampu menjadi jembatan dari semua informasi ini.

Acara berlangsung selama 3 hari dengan dibuka oleh Bapak M. Lutfi Handayani, selaku Pemred iTech Magazine, kemudian disusul oleh keynote dari Bapak Toddy Siburian yang memaparkan smart public services, khususnya di dalam lingkup layanan yang diberikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Beberapa point dari materi keynote speech yang disampaikan antara lain:

  • Memahami nilai strategis ICT dalam pengelolaan holding BUMN
  • Mengubah Capex dari ICT di BUMN menjadi Opex
  • Bagaimana ICT menjadi value
  • Indonesia membutuhkan banyak “powerhouse”, dalam hal ini BUMN yang berperan sebagai powerhouse
  • Bagian IT sulit adaptif, bagaimana menjadi adaptif terhadap perubahan (baca: menjadi inovatif)

Pada hari kedua full day session terdiri dari pemaparan dari VMware selaku salah satu sponsor dari acara ini, kemudian sesi round table discussion dengan materi masing-masing dari VMware, Trend Micro, F5 Networks dan Arista.

VMware mempresentasikan mengenai NSX, produk Network Virtualization dari VMware dan penjelasan mengenai beberapa istilah yang saat ini menjadi hype dalam pengelolaan data center seperti Software Defined Network, Software Defined Data Center, dan lain-lain.

Trend Micro, F5, dan Arista masing-masing mempresentasikan dan mendemokan produk-produknya yang terkait dengan VMware, dari sisi security, dan berbagai sisi critical lainnya dalam pengelolaan data center.

*****

Seperti biasa, di akhir acara kami diberi beberapa kenang-kenangan dari sponsor. Namun salah satu yang berkesan bagi saya selaku penghobi menggambar sketsa adalah kenang-kenangan dari F5 Networks berupa buku tulis yang bisa dipakai untuk membuat sketsa. Seperti buku Moleskine yang terkenal itu.

Sebelum-sebelumnya sempat juga membeli buku-buku gambar untuk keperluan membuat sketsa, tapi tidak pernah betul-betul berkesempatan membuat sketsa. Dan buku-buku itu akhirnya diminta oleh anak-anak saya. Ya, ngga apa-apa juga sih, hehe …

Maaf kalo jadi tidak nyambung dengan pembahasan artikel di atas ;-)

Sebagai kenang-kenangan silakan dinikmati sketsa yang saya buat selepas acara, sketsa yang dibuat di seputar hotel. Acara ini diorganize oleh Kudozs. Good job dan terima kasih tim Kudozs!

Live Sketch di Jembatan Pasupati, BSW #18

Jembatan Pasupati dari arah parkiran Baltos

Taman PASUPATI a.k.a Taman Jomblo

Taman Film

Hari Minggu 12 Oktober 2014 yang lalu, saya mengikuti kegiatan live sketch yang diselenggarakan oleh komunitas Bandung Sketchwalk atau disingkat BSW. Kegiatan ini adalah kegiatan yang ke 18, dan ini adalah kali pertama saya ikut serta setelah sekian lama berkeinginan untuk ikut.

Saya sampai di lokasi pada jam 8 lebih. Terlihat sudah ada peserta yang hadir. Sayapun langsung bergabung. Ibu Hani sebagai koordinator kegiatan memberikan pengarahan mengenai kegiatan ini.

Pertama-tama kami mensket jembatan Pasupati dari arah parkiran Baltos. Kami mengambil posisi mencari sudut pandang yang enak. Setelah matahari agak memanas, kamipun mulai mencari tempat yang agak adem. Beberapa sketser nampak mulai mewarnai karyanya.

Setelah cukup di lokasi parkiran, kami bergerak menuju Taman Jomblo. Saya membuat sket dari bawah jembatan ke arah timur. Setelah puas, pada bagian akhir kami turun menuju Taman Film. Di sini saya membuat satu lagi sket. Total ada 3 buah sketsa yang saya buat.