Instal PDFtk Melalui Snap

Pagi-pagi di kantor seperti biasa saya menyalakan komputer desktop. Setelah menyala dengan tampilan login prompt gdm, saya masukan username dan password. Namun malah kembali lagi ke login prompt. Artinya tidak ada kesalahan password karena tidak ada pesan kesalahan password yang muncul.

Di Ubuntu Gnome 16.04 kejadian login prompt balik lagi pernah beberapa kali saya alami. Walaupun tidak sering tapi kadang terjadi.

Kali ini sudah dicoba berkali-kali, saya restart baik secara paksa maupun saya pijit tombol I/O. Masih juga belum berhasil.

Akhirnya setelah saya pikir sejenak, mungkin ini saatnya saya mulai beralih mengupgrade 16.04 LTS ke 18.04 LTS, setelah beberapa waktu lalu saya coba upgrade 16.04 ke 18.04 di salah satu HDD. Bismillah, akhirnya saya putuskan mengupgrade distribusi dengan perintah:

$ sudo do-release-upgrade

Lagipula versi 18.04 sudah masuk ke 18.04.1, artinya sudah lebih stabil (harusnya), hehe…

Singkat cerita akhirnya selesailah proses upgrade. Pada saat proses tersebut ada opsi untuk menghapus atau menguninstal paket-paket yang sudah tidak dipakai lagi.

Nah, sampailah pada tool penting yang harus ada sehubungan dengan pekerjaan yang saya lakukan membutuhkan tool ini yaitu pdftk.

Ternyata di rilis 18.04 ini sudah tidak tersedia. Googling sebentar, tiba-tiba teringat kalau di rilis yang baru ini sudah tersedia sesuatu yang bernama Snap. Apa itu? Silakan dilihat di https://snapcraft.io/

PDFtk yang saya butuhkan ternyata tersedia di itu. Walaupun yang ada adalah binary pdftk dari Ubuntu versi 16.04 yang dipaketkan ulang menggunakan Snap untuk di versi 18.04.

Saya instal saja

$ sudo snap install pdftk

Mudah-mudahan tidak ada masalah.

Catatan:
– Snap melalui proxy, masukan setting proxy di /etc/environment
– Restart snapd daemon: systemctl restart snapd

Menggabungkan Berkas PDF Menggunakan pdftk

_Screenshot from 2018-08-13 16-11-55
Ilustrasi: PDF viewer pada Ubuntu

Saya menggunakan Inkscape dalam melakukan pekerjaan desain 2D vektor. Namun sayang sekali Inkscape tidak mendukung gambar vektor SVG dalam multi halaman. Hal ini lebih disebabkan karena spesifikasi SVG saat ini tidak mendukung dokumen multi halaman.

Sebelumnya di Mac saya biasa menggunakan Preview untuk keperluan ini. Tinggal diinsert PDF yang diinginkan, kemudian pada sidebar thumbnail-nya bisa di-drag ke atas ke bawah untuk urutan halamannya.

Bagaimana dengan di Ubuntu? Tidak usah khawatir karena kita bisa membuat berkas vektor multi halaman dalam format PDF menggunakan pdftk.

Untuk di Ubuntu instal terlebih dahulu:

$ sudo apt install pdftk

Untuk membuat PDF multi halaman terlebih dahulu simpan terlebih dahulu masing-masing berkas PDF dengan “save a copy” pada Inkscape, lalu pada direktori tempat Anda jalankan perintah:

$ pdftk *.pdf cat output nama-file.pdf

Keterangan
*.pdf wildcard untuk berkas-berkas pdf sumber yang akan Anda gabung. Saran saya pada saat membuat file PDF di Inkscape penamaan berkas dibuat berurutan seperti yang Anda inginkan agar urutan halaman sesuai juga dengan yang Anda inginkan.

Cara lain bisa dengan cara menuliskan masing-masing PDF sumber:

$ pdftk file1.pdf file2.pdf cat output nama-file.pdf

Kira-kira demikian. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Update 2018/08/20
Artikel yang lebih lengkap:
https://www.maketecheasier.com/combine-multiple-pdf-files-with-pdftk/

Widianto Nugroho

Setup Desktop Linux Harian (Versi Saya)

View this post on Instagram

#Gnome3 #GnomeShell menggunakan #GnomeExtension: (1) "Dash to panel", untuk memindahkan ikon-ikon aplikasi pada #dash ke #GnomePanel. Panel dapat dipindahkan posisinya ke bawah agar tampilan desktop menyerupai Windows atau Chrome OS (gambar 1); (2) "Dynamic panel transparency" untuk membuat efek panel menjadi transparan secara dinamis pada saat jendela-jendela aplikasi dalam keadaan tidak di-maximize. Bila di-maximize maka panel akan berwarna hitam (bandingkan gambar 1, 2 dan 3); (3) "Arc menu", seperti tombol "Start" pada Windows; (4) "Topicons plus" untuk memindahkan status aplikasi Dropbox dan Franz (untuk Whatsapp, Telegram, dan lain-lain) ke panel. Untuk tampilan default Gnome Shell, lihat gambar 4. Untuk mendownload Gnome Extension (bila belum tersedia pada sistem) dan mengaktifkannya, gunakan #GnomeTweaks: Tweaks > Extension. Untuk mengaktifkan ikon: Tweaks > Desktop, "On"kan "Icons on Desktop". #GnomeDesktop #Linux

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Melanjutkan artikel sebelumnya, perihal memindahkan data menggunakan rsync, kita setup komputer yang akan kita gunakan sehari-hari untuk bekerja.

Setelah sistem operasi berhasil diinstall, yang saya lakukan adalah membalik arah scroll mouse (atau touchpad) menjadi natural scrolling. Namun berdasarkan artikel di sini, tambahkan perintah:

$ xinput set-prop {device id} {property number} -1 -1 -1

Selanjutnya, ikuti petunjuk dari artikel-artikel dengan kata kunci “things to do after installing Ubuntu [versi]”. Untuk yang saya install dan gunakan sehari-hari Ubuntu Gnome agak sedikit berbeda, namun paket apa yang harus diinstal relatif sama, yaitu:

Update/Upgrade

$ sudo apt update
$ sudo apt upgrade

Menginstal codec untuk menjalankan multimedia

$ sudo apt install ubuntu-restricted-extras

Selanjutnya, menginstal paket-paket aplikasi yang dibutuhkan, untuk kebutuhan saya: Inkscape, Gimp, Blender.

Kemudian menghapus/menambah shortcut aplikasi pada “Favorites”, semacam “Dock” pada Mac. Favorites secara default berada di sisi kiri layar desktop.

Yak, itu saja nampaknya. Semoga ada manfaatnya.

PS: Untuk ilustasi di atas, desktop dikustomisasi menggunakan Gnome Extension, silakan dicoba bila berminat :)

Widianto Nugroho

Ubuntu 18.04 “Bionic Beaver”

Ubuntu 18.04 “Bionic Beaver” sudah dalam waktu dekat ini akan di rilis. Rilis ini merupakan rilis LTS (Long Time Support) Ubuntu pertama yang menggunakan Gnome Desktop Environment setelah tidak lagi menggunakan Unity yang dimulai dari rilis sebelumnya yaitu 17.10 Artful Aardvark.

Ubuntu 18.04
By Minecraftgamerpc69 [CC BY-SA 4.0 or GPL], from Wikimedia Commons

Apa saja yang ada di rilis ini dapat dibaca di:
https://wiki.ubuntu.com/BionicBeaver/ReleaseNotes

Apakah saya akan mengupgrade sistem saya, khususnya desktop yang dipakai produksi? Kemungkinan tidak dalam waktu dekat. Namun mungkin akan coba-coba dulu dan mengikuti update-update berita dan posting blog perihal rilis ini.

Mencoba Atau Menggunakan Linux?

Seperti yang saya sampaikan pada posting sebelumnya, mencoba-coba Linux (GNU/Linux) itu sungguh mengasyikkan. Anda akan menemukan banyak sekali distribusi Linux (distro) yang ingin Anda coba. Mulai dari berbagai distro yang ada, maupun lingkungan desktop (DE) atau antar muka grafis yang tersedia bersama dengan distro-distro tersebut.

View this post on Instagram

Pilih yang lts #ubuntu #gnome #desktop

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Untuk DE yang sudah sangat established, sebut saja misalnya KDE dan Gnome, selain juga Xfce, Lxde, dan lain sebagainya, semuanya membuat saya pada waktu itu ingin mencoba dan mengutak-atiknya.

Untuk coba-coba ini biasanya saya gunakan partisi kosong di hardisk dan saya buat multi-boot. Atau yang lebih praktis untuk kepentingan ujicoba lakukan coba-coba ini dengan menggunakan virtual machine, misal VirtualBox.

Namun jangan lupa, setelah proses mencoba-coba, mulailah untuk mendayagunakan Linux dan DE yang nyaman untuk Anda dalam aktivitas Anda sehari-hari dalam waktu yang lama.

Untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama misal Anda menggunakan Ubuntu sebaiknya gunakan rilis dengan label LTS atau long term support. Anda akan mendapatkan sistem yang stabil dibandingkan rilis yang biasa.

Versi rilis Ubuntu diberi nomor berupa angka tahun, contoh untuk rilis di tahun 2018 adalah 18, dan bulan rilis. Ubuntu dirilis setiap bulan April (04) dan Oktober (10), atau setiap enam bulan sekali. Jadi versi rilis yang akan datang relatif terhadap artikel ini ditulis adalah versi 18.04. Selain nomor versi tersebut, rilis Ubuntu juga diberi nama atau code name. Contohnya untuk versi 18.04 dinamai “Bionic Beaver”.

Untuk Distro lain kode dan penamaannya tentu berbeda-beda. Tergantung dari pola perilisannya. Namun tentu ada yang didukung dalam waktu yang relatif lama semacam LTS ini.

Dukungan update untuk versi LTS diberikan selama lima tahun. Ini artinya Anda dapat menggunakan Ubuntu versi LTS untuk selama lima tahun. Ubuntu versi LTS dirilis setiap dua tahun. Ubuntu 18.04 termasuk versi LTS. Versi LTS sebelumnya adalah 16.04.

Keuntungan versi LTS adalah kestabilan, namun dalam versi LTS ini aplikasi yang tersedia secara default biasanya bukan versi terbaru (Ya jelaslah, yang versi terbaru kan biasanya kurang stabil, hehe …).

Untuk Ubuntu di komputer yang saya pakai sehari-hari, saya gunakan Ubuntu 16.04. Pada saat nanti versi 18.04 dirilis, kemungkinan tidak akan saya upgrade ke 18.04, namun saya berencana untuk mencoba lagi distro yang lain.

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya.

— Widianto Nugroho

Artikel ini ditulis menggunakan Centos 7.

Membalikkan Arah Scroll Mouse/Trackpad di Linux Menjadi “Natural Scrolling”

Bagi yang terbiasa dengan suatu pola atau kebiasaan tertentu bila pada saat yang bersamaan juga melakukan pola yang berlawanan untuk aktivitas yang sama maka kita akan mudah tanpa sengaja melakukan kesalahan. Apa sih ini? Begini, ini tentang suatu aktivitas terdengar sepele namun penting, yaitu melakukan scrolling mouse/trackpad.
Continue reading “Membalikkan Arah Scroll Mouse/Trackpad di Linux Menjadi “Natural Scrolling””

Menonaktifkan Keyboard Internal Laptop (ThinkPad Edge E135/Ubuntu)

Brand laptop Thinkpad dikenal dengan keunggulannya yang tahan banting, cocok untuk dipakai dengan perawatan minimum. Kami memberikan laptop Thinkpad, tipe Edge E135 untuk digunakan oleh anak-anak.

Dengan penggunaan oleh anak-anak yang cenderung kurang hati-hati, pada suatu hari terjadilah kejadian satu gelas air teh manis yang tumpah membasahi keyboard. Laptop berhasil diselamatkan, untuk beberapa hari kondisi masih normal seperti biasa. Namun sesudah itu terjadi situasi di mana tombol enter tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Continue reading “Menonaktifkan Keyboard Internal Laptop (ThinkPad Edge E135/Ubuntu)”

Vector Illustration Exercise 101

Untuk kegiatan visualisasi, WN perlu mengupdate kemampuan membuat ilustrasi menggunakan aplikasi grafis vektor, dalam hal ini Inkscape. WN mencoba melakukan trace dari gambar bitmap dengan hasil berikut ini:

Yamaha XJR1300

Yah, masih biasa-biasa aja, harap maklum, masih belajar :)

Di sini WN ingin mencoba teknik tracing untuk mendapatkan garis dan bidang yang kemudian dapat diedit kembali. Tracing garis dan bidang warna dilakukan masing-masing satu kali tracing. Pertama kali trace untuk mendapatkan bidang warna, kemudian dilanjutkan dengan trace garis pada layer di atasnya.

Hasil gambar vector ini WN upload juga di Tumblr mengenai motor yang WN kelola yaitu motokultur.tumblr.com