Aplikasi Free Software untuk Pekerjaan Grafis di Mac

Produk Apple khususnya Mac terkenal nyaman untuk digunakan untuk kebutuhan bekerja sehari-hari maupun untuk berbagai keperluan lainnya seperti untuk hiburan. Sebagai media hiburan pada tingkat tertentu sudah cukup dengan menggunakan berbagai aplikasi bawaannya seperti Photos, Quicktime, dll. Lalu bagaimana untuk keperluan produksi seperti misalnya kebutuhan pekerjaan desain grafis? Untuk pekerjaan profesional memang sebaiknya menggunakan berbagai aplikasi profesional juga. Anda tinggal membeli aplikasi yang ada butuhkan dan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan aplikasi yang anda beli tersebut. Namun ada harga ada rupa. Aplikasi semacam produk-produk Adobe ini harganya mahal.
Lanjutkan membaca “Aplikasi Free Software untuk Pekerjaan Grafis di Mac”

GNOME on Darwin

Recently my friend and I had a task to design theme for a local Linux distribution. The Linux distro is based on a popular Linux flavor shipped with both GNOME and KDE desktop environments. During this work, I need to have a GNOME desktop available for working and testing the theme components: application theme, window border, background, login manager, icons, etc. While I could only access to a Linux and/or FreeBSD desktop in my office, I have to install GNOME desktop on my MacBook, so I can manage to do the theme design anytime.

I had Fink installed on my MacBook, but the GNOME package available is too old. Its version is still 2.6, or so. So I have to find out other alternatives and found that on MacPorts (formerly called DarwinPorts) the GNOME port is already available at version 2.18. I grab MacPorts and install it on my MacBook.

Very simple step-by-step how-to is in the following…

After MacPorts installed, make sure you have updated MacPorts installation with the latest ports tree. on Terminal window run:

$ sudo port selfupdate

After the MacPorts and its ports tree are updated, you can start install GNOME. To do so, run:

$ sudo port install gnome

That command installs gnome with all of it dependencies. After finished create or edit (if already available) .xinitrc file in your home directory. The file should look like this:

# make sure X11 is MacPorts and /usr/local aware
PATH=$PATH:/opt/local/bin:/opt/local/sbin:/usr/local/bin:/sw/bin
export PATH

# make the freedesktop menu entries work
export XDG_DATA_DIRS=/opt/local/share
export XDG_DATA_HOME=/opt/local/share
export XDG_CONFIG_DIRS=/opt/local/etc/xdg

# use Metacity window manager
exec metacity &

# start GNOME
exec dbus-launch gnome-session

To start GNOME, run X11. GNOME desktop runs like in the following pictures:

GNOME on Darwin

GNOME 2.18 running on top of Darwin, side by side with Mac OS X 10.4.10. Installed via MacPorts. Apple’s X11 displays GNOME with full screen mode, this make the Mac menu bar on the top invisible.

GNOME on Darwin

GNOME on Darwin

More detailed information can be found here

Nyobain install MacOSx86

Hari ini saya iseng dan penasaran ingin mencoba menginstal Mac OS X yang bisa jalan di x86. Setelah baca posting tentang hal ini di blog nya Affan lanngsung saja saya praktekan sesuai seperti yang ditulis di blog Affan tersebut. File instalasi sudah saya download dan ditaruh di workstation FreeBSD saya. Lalu saya ekstrak dan kopi image file-nya ke dalam hardisk yang sedang nganggur dengan perintah:

dd bs=1048576 if=tiger-x86.img of=/dev/ad1

Setelah selesai langsung hardisk yang telah berisi file instalasi Mac OS X tersebut saya pasang ke CPU yang sama yang berisi FreeBSD, dan hardisk sebelumnya saya lepas. Setelah dinyalakan muncul splash screen putih bergambar logo Apple, dan setelah beberapa saat kemudian terhenti dan nggak ada respon. Kemudian saya restart dan diulangi lagi booting tapi dengan option verbose dan terlihat beberapa proses startup yang mengalami error dan kemudian terhenti. Merasa belum putus asa saya coba di CPU lain, mudah-mudahan bisa tetapi ternyata masih seperti sebelumnya nggak bisa. Bukan itu saja, bahkan harddisk 40 giga yang saya coba ini malah mengalami gangguan entah kenapa mengeluarkan bau kebakar dan mengakibatkan dua buah CPU yang saya coba mengalami kerusakan pada power supply sehingga nggak bisa nyala. Terpaksa percobaan saya hentikan. Karena salah satu dari dua CPU yang nggak bisa nyala itu adalah CPU yang digunakan oleh FreeBSD yang biasa saya pakai sehari-hari maka saya harus mengunakan CPU yang saat ini menjalankan FreeBSD server yang belum selesai dioprek.

Sudah kebayang deh tadinya saya pengen mencoba instal aplikasi-aplikasi unix menggunakan DarwinPorts di MacIntel, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumnya saya sudah menggunakan DarwinPorts pada iBook, dan asik juga nggak beda dengan instal aplikasi menggunakan Port Collections: /usr/ports di FreeBSD. Dan kebetulan file-file source yang diperlukan pada direktori distfiles bertebaran tersedia di situs-situs FTP di dalam network kampus. Demikian kisah sedih hari ini. Dua buah CPU yang nggak bisa nyala harus dibetulkan dulu besok lagi karena hari sudah sore dan saya harus segera pulang. Mudah-mudahan nanti bisa nyobain lagi.