Garis Waktu Sejarah

Salah satu cara visualisasi khususnya memvisualkan informasi berbasis waktu adalah dengan menggunakan “garis waktu” atau “timeline”. Dikenal juga dengan istilah lainnya yaitu “lini masa”.

Saya termotivasi mengumpulkan informasi kesejarahan, khususnya sejarah Nusantara dan juga sejarah dunia dan kemudian menempatkan masing-masing informasi yang didapat tersebut ke dalam suatu garis waktu.

Beberapa upaya yang telah dilakukan adalah membuat rancangan statik menggunakan Inkscape di sini (versi 1):

#timeline #sejarah #Indonesia #linimasa #gariswaktu

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Dan di sini (versi 2):

Selanjutnya akan saya coba menggunakan tool atau perangkat yang dapat menampilkan informasi kesejarahan ini secara lebih interaktif.

So, stay tune!

Produktivitas Sehari-hari Dengan Linux

Saya menggunakan Linux (nama lengkapnya GNU/Linux) sudah sekitar 10 tahun lebih. Lihat di sini. Lihat juga foto-foto dan screenshotnya di sini.

Pada awalnya mencoba menginstal Linux setelah sebelumnya secara iseng-iseng saja ingin mencoba menginstal desktop di FreeBSD (bukan Linux). Lihat foto-fotonya di sini

Di FreeBSD, pada saat itu bila ingin memasang lingkungan desktop agak kurang praktis kareana harus menginstal dan menkonfigurasi sendiri. Karena menginstal OS nya sendiri melalui antar muka berbasis teks. Entah kalau sekarang. Mungkin masih ya? Dari sini saya jadi tertarik dengan lingkungan desktop sumber terbuka. Pada waktu itu saya mencoba KDE dan Gnome di FreeBSD.

Sementara pada keluarga Linux sudah banyak tersedia installer OS yang sudah berupa antar muka grafis yang lebih mudah digunakan. dengan lingkungan desktop yang langsung dapat diinstal dengan mudah.

Pada masa-masa itu saya sempat mencoba hampir semua distro Linux, mulai dari Red Hat Linux –bedakan dengan Red Hat Enterprise Linux atau RHEL yang merupakan distro dan servis komersial berbayar, kemudian Debian dan lain-lain. Setelah saya telusuri lagi mengenai masa-masa mencoba Red Hat Linux ini lebih lama dari yang sempat saya dokumentasikan di Flickr.

Perlu saya sampaikan bahwa meskipun menggunakan Linux, saya bukanlah orang yang berlatar belakang teknis dan paham apa itu kernel dan semacamnya. Saya hanyalah pengguna biasa saja, dan latar belakang saya adalah seni rupa.

Baik saya teruskan kembali perihal menggunakan Linux untuk produktifitas sehari-hari. Untuk keperluan pekerjaan sehari-hari saya menggunakan dua OS yaitu Mac OS X (sekarang kembali menggunakan nama MacOS) yang ada di laptop MacBook, dan Linux di komputer desktop.

Untuk pekerjaan di laptop, sebagai desainer saat ini saya praktis hanya menggunakan perangkat lunak sumber terbuka yaitu Inkscape (Inkscape tersedia juga di Mac). Sehingga dengan demikian untuk berkas-berkas pekerjaan dapat sepenuhnya inter operable dengan desktop Linux.

Inkscape bagi saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan desain. Khususnya dalam membuat dan menyunting berkas-berkas grafis vektor dalam format SVG (scalable vector graphics). Beberapa hasil yang sudah dibuat dapat dilihat di sini. Walaupun pada prakteknya untuk desain cetak pada saat diperlukan untuk dicetak di tempat-tempat layanan cetak harus diakali sedemikian karena umumnya di tempat-tempat tersebut menggunakan perangkat lunak komersial.

Untuk kebutuhan lainnya misal pengolah kata ataupun spreadsheet sudah tidak ada masalah apabila menggunakan LibreOffice, setidaknya bagi saya :)

Demikian tulisan singkat pengalaman saya. Mudah-mudahan bermanfaat.

— Widianto Nugroho

Aplikasi Free Software untuk Pekerjaan Grafis di Mac

Produk Apple khususnya Mac terkenal nyaman untuk digunakan untuk kebutuhan bekerja sehari-hari maupun untuk berbagai keperluan lainnya seperti untuk hiburan. Sebagai media hiburan pada tingkat tertentu sudah cukup dengan menggunakan berbagai aplikasi bawaannya seperti Photos, Quicktime, dll. Lalu bagaimana untuk keperluan produksi seperti misalnya kebutuhan pekerjaan desain grafis? Untuk pekerjaan profesional memang sebaiknya menggunakan berbagai aplikasi profesional juga. Anda tinggal membeli aplikasi yang ada butuhkan dan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan aplikasi yang anda beli tersebut. Namun ada harga ada rupa. Aplikasi semacam produk-produk Adobe ini harganya mahal.
Lanjutkan membaca “Aplikasi Free Software untuk Pekerjaan Grafis di Mac”

Vector Illustration Exercise 101

Untuk kegiatan visualisasi, WN perlu mengupdate kemampuan membuat ilustrasi menggunakan aplikasi grafis vektor, dalam hal ini Inkscape. WN mencoba melakukan trace dari gambar bitmap dengan hasil berikut ini:

Yamaha XJR1300

Yah, masih biasa-biasa aja, harap maklum, masih belajar :)

Di sini WN ingin mencoba teknik tracing untukย mendapatkan garis dan bidang yang kemudian dapat diedit kembali. Tracing garis dan bidang warna dilakukan masing-masing satu kali tracing. Pertama kali trace untuk mendapatkan bidang warna, kemudian dilanjutkan dengan trace garis pada layer di atasnya.

Hasil gambar vector ini WN upload juga di Tumblr mengenai motor yang WN kelola yaitu motokultur.tumblr.com