Setup Desktop Linux Harian (Versi Saya)

View this post on Instagram

#Gnome3 #GnomeShell menggunakan #GnomeExtension: (1) "Dash to panel", untuk memindahkan ikon-ikon aplikasi pada #dash ke #GnomePanel. Panel dapat dipindahkan posisinya ke bawah agar tampilan desktop menyerupai Windows atau Chrome OS (gambar 1); (2) "Dynamic panel transparency" untuk membuat efek panel menjadi transparan secara dinamis pada saat jendela-jendela aplikasi dalam keadaan tidak di-maximize. Bila di-maximize maka panel akan berwarna hitam (bandingkan gambar 1, 2 dan 3); (3) "Arc menu", seperti tombol "Start" pada Windows; (4) "Topicons plus" untuk memindahkan status aplikasi Dropbox dan Franz (untuk Whatsapp, Telegram, dan lain-lain) ke panel. Untuk tampilan default Gnome Shell, lihat gambar 4. Untuk mendownload Gnome Extension (bila belum tersedia pada sistem) dan mengaktifkannya, gunakan #GnomeTweaks: Tweaks > Extension. Untuk mengaktifkan ikon: Tweaks > Desktop, "On"kan "Icons on Desktop". #GnomeDesktop #Linux

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Melanjutkan artikel sebelumnya, perihal memindahkan data menggunakan rsync, kita setup komputer yang akan kita gunakan sehari-hari untuk bekerja.

Setelah sistem operasi berhasil diinstall, yang saya lakukan adalah membalik arah scroll mouse (atau touchpad) menjadi natural scrolling. Namun berdasarkan artikel di sini, tambahkan perintah:

$ xinput set-prop {device id} {property number} -1 -1 -1

Selanjutnya, ikuti petunjuk dari artikel-artikel dengan kata kunci “things to do after installing Ubuntu [versi]”. Untuk yang saya install dan gunakan sehari-hari Ubuntu Gnome agak sedikit berbeda, namun paket apa yang harus diinstal relatif sama, yaitu:

Update/Upgrade

$ sudo apt update
$ sudo apt upgrade

Menginstal codec untuk menjalankan multimedia

$ sudo apt install ubuntu-restricted-extras

Selanjutnya, menginstal paket-paket aplikasi yang dibutuhkan, untuk kebutuhan saya: Inkscape, Gimp, Blender.

Kemudian menghapus/menambah shortcut aplikasi pada “Favorites”, semacam “Dock” pada Mac. Favorites secara default berada di sisi kiri layar desktop.

Yak, itu saja nampaknya. Semoga ada manfaatnya.

PS: Untuk ilustasi di atas, desktop dikustomisasi menggunakan Gnome Extension, silakan dicoba bila berminat :)

Widianto Nugroho

Author: Widianto Nugroho

Widianto is part time visual artist[1] previously worked with computation / programming media to create software artworks[2]. After graduated with art degree (ceramics major) from the oldest engineering school in Indonesia, Widianto works in IT-related field for more than 10 years. 1. http://widiantonugroho.com 2. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_art

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s