Jingga – Terakhir

Lagu Indonesia dari era 90an.

Jingga – Terakhir

Cinta yang terindah dan yang tak terucap
Kini dalam derita dalam gulana oo
Waktu hanyalah menunda tabir resah jiwa
Yang tak kan kunjung padam
Kepada engkau yang kuhaturkan diriku
Walau dalam nafas ragu
Yang tak reda
Dan kurasakan
Kehangatan berlimpah
Mungkinkah semu smata
Detik yang bergetar di dalam hatiku
Mungkin oh hanya derita hanya gulana oo
Cinta akankah bicara dalam nada resah dalam nada ceria oo
paripa parirapa
Cinta hanyut dalam resah
Mungkinkah akhir jiwa

Sumber: https://www.flashlyrics.com/lyrics/jingga/terakhir-31

Penulis: Widianto Nugroho

Widianto is part time visual artist[1] previously worked with computation / programming media to create software artworks[2]. After graduated with art degree (ceramics major) from the oldest engineering school in Indonesia, Widianto works in IT-related field for more than 10 years. 1. http://widiantonugroho.com 2. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_art

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s