Mencoba Atau Menggunakan Linux?

Seperti yang saya sampaikan pada posting sebelumnya, mencoba-coba Linux (GNU/Linux) itu sungguh mengasyikkan. Anda akan menemukan banyak sekali distribusi Linux (distro) yang ingin Anda coba. Mulai dari berbagai distro yang ada, maupun lingkungan desktop (DE) atau antar muka grafis yang tersedia bersama dengan distro-distro tersebut.

View this post on Instagram

Pilih yang lts #ubuntu #gnome #desktop

A post shared by Widianto Nugroho (@widiantonugroho) on

Untuk DE yang sudah sangat established, sebut saja misalnya KDE dan Gnome, selain juga Xfce, Lxde, dan lain sebagainya, semuanya membuat saya pada waktu itu ingin mencoba dan mengutak-atiknya.

Untuk coba-coba ini biasanya saya gunakan partisi kosong di hardisk dan saya buat multi-boot. Atau yang lebih praktis untuk kepentingan ujicoba lakukan coba-coba ini dengan menggunakan virtual machine, misal VirtualBox.

Namun jangan lupa, setelah proses mencoba-coba, mulailah untuk mendayagunakan Linux dan DE yang nyaman untuk Anda dalam aktivitas Anda sehari-hari dalam waktu yang lama.

Untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama misal Anda menggunakan Ubuntu sebaiknya gunakan rilis dengan label LTS atau long term support. Anda akan mendapatkan sistem yang stabil dibandingkan rilis yang biasa.

Versi rilis Ubuntu diberi nomor berupa angka tahun, contoh untuk rilis di tahun 2018 adalah 18, dan bulan rilis. Ubuntu dirilis setiap bulan April (04) dan Oktober (10), atau setiap enam bulan sekali. Jadi versi rilis yang akan datang relatif terhadap artikel ini ditulis adalah versi 18.04. Selain nomor versi tersebut, rilis Ubuntu juga diberi nama atau code name. Contohnya untuk versi 18.04 dinamai “Bionic Beaver”.

Untuk Distro lain kode dan penamaannya tentu berbeda-beda. Tergantung dari pola perilisannya. Namun tentu ada yang didukung dalam waktu yang relatif lama semacam LTS ini.

Dukungan update untuk versi LTS diberikan selama lima tahun. Ini artinya Anda dapat menggunakan Ubuntu versi LTS untuk selama lima tahun. Ubuntu versi LTS dirilis setiap dua tahun. Ubuntu 18.04 termasuk versi LTS. Versi LTS sebelumnya adalah 16.04.

Keuntungan versi LTS adalah kestabilan, namun dalam versi LTS ini aplikasi yang tersedia secara default biasanya bukan versi terbaru (Ya jelaslah, yang versi terbaru kan biasanya kurang stabil, hehe …).

Untuk Ubuntu di komputer yang saya pakai sehari-hari, saya gunakan Ubuntu 16.04. Pada saat nanti versi 18.04 dirilis, kemungkinan tidak akan saya upgrade ke 18.04, namun saya berencana untuk mencoba lagi distro yang lain.

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya.

— Widianto Nugroho

Artikel ini ditulis menggunakan Centos 7.

Author: Widianto Nugroho

Widianto is part time visual artist[1] previously worked with computation / programming media to create software artworks[2]. After graduated with art degree (ceramics major) from the oldest engineering school in Indonesia, Widianto works in IT-related field for more than 10 years. 1. http://widiantonugroho.com 2. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_art

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s