Produktivitas Sehari-hari Dengan Linux

Saya menggunakan Linux (nama lengkapnya GNU/Linux) sudah sekitar 10 tahun lebih. Lihat di sini. Lihat juga foto-foto dan screenshotnya di sini.

Pada awalnya mencoba menginstal Linux setelah sebelumnya secara iseng-iseng saja ingin mencoba menginstal desktop di FreeBSD (bukan Linux). Lihat foto-fotonya di sini

Di FreeBSD, pada saat itu bila ingin memasang lingkungan desktop agak kurang praktis kareana harus menginstal dan menkonfigurasi sendiri. Karena menginstal OS nya sendiri melalui antar muka berbasis teks. Entah kalau sekarang. Mungkin masih ya? Dari sini saya jadi tertarik dengan lingkungan desktop sumber terbuka. Pada waktu itu saya mencoba KDE dan Gnome di FreeBSD.

Sementara pada keluarga Linux sudah banyak tersedia installer OS yang sudah berupa antar muka grafis yang lebih mudah digunakan dengan lingkungan desktop yang langsung dapat diinstal dengan mudah.

Pada masa-masa itu saya sempat mencoba hampir semua distro Linux, mulai dari Red Hat Linux –bedakan dengan Red Hat Enterprise Linux atau RHEL yang merupakan distro dan servis komersial berbayar, kemudian Debian dan lain-lain. Setelah saya telusuri lagi mengenai masa-masa mencoba Red Hat Linux ini lebih lama dari yang sempat saya dokumentasikan di Flickr.

Perlu saya sampaikan bahwa meskipun menggunakan Linux, saya bukanlah orang yang berlatar belakang teknis dan paham apa itu kernel dan semacamnya. Saya hanyalah pengguna biasa saja, dan latar belakang saya adalah seni rupa.

Baik saya teruskan kembali perihal menggunakan Linux untuk produktifitas sehari-hari. Untuk keperluan pekerjaan sehari-hari saya menggunakan dua OS yaitu Mac OS X (sekarang kembali menggunakan nama MacOS) yang ada di laptop MacBook, dan Linux di komputer desktop.

Untuk pekerjaan di laptop, sebagai desainer saat ini saya praktis hanya menggunakan perangkat lunak sumber terbuka yaitu Inkscape (Inkscape tersedia juga di Mac). Sehingga dengan demikian untuk berkas-berkas pekerjaan dapat sepenuhnya inter operable dengan desktop Linux.

Inkscape bagi saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan desain. Khususnya dalam membuat dan menyunting berkas-berkas grafis vektor dalam format SVG (scalable vector graphics). Beberapa hasil yang sudah dibuat dapat dilihat di sini. Walaupun pada prakteknya untuk desain cetak pada saat diperlukan untuk dicetak di tempat-tempat layanan cetak harus diakali sedemikian karena umumnya di tempat-tempat tersebut menggunakan perangkat lunak komersial.

Untuk kebutuhan lainnya misal pengolah kata ataupun spreadsheet sudah tidak ada masalah apabila menggunakan LibreOffice, setidaknya bagi saya :)

Demikian tulisan singkat pengalaman saya. Mudah-mudahan bermanfaat.

— Widianto Nugroho

Author: Widianto Nugroho

Widianto is part time visual artist[1] previously worked with computation / programming media to create software artworks[2]. After graduated with art degree (ceramics major) from the oldest engineering school in Indonesia, Widianto works in IT-related field for more than 10 years. 1. http://widiantonugroho.com 2. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_art

One thought on “Produktivitas Sehari-hari Dengan Linux”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s